Karhutla di Sumsel Mengganas: 1.926 Hektare Lahan Terbakar, OKI Jadi Prioritas Utama

Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan mencapai 1.926 hektare. Kabupaten OKI kini menjadi fokus utama tim gabungan dalam upaya pemadaman.

Admin
Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor
calendar_today Oct 3, 2026 schedule 1:30 PM visibility 1
N
News
NEWS CARD
Logo
Karhutla di Sumsel Mengganas: 1.926 Hektare Lahan Terbakar, OKI Jadi Prioritas Utama
“Karhutla di Sumsel Mengganas: 1.926 Hektare Lahan Terbakar, OKI Jadi Prioritas Utama”
Favicon
Read more on www.lokatoday.com/s/e4ca4a
3 Oct 2026
https://www.lokatoday.com/s/e4ca4a
Copied
Karhutla di Sumsel Mengganas: 1.926 Hektare Lahan Terbakar, OKI Jadi Prioritas Utama
Image via Pexels - Karhutla di Sumsel Mengganas: 1.926 Hektare Lahan Terbakar, OKI Jadi Prioritas Utama

Key Highlights

  • Total luas lahan terbakar di Sumatera Selatan mencapai 1.926 hektare.
  • Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ditetapkan sebagai zona prioritas penanganan.
  • Tim gabungan mengintensifkan operasi pemadaman darat dan udara untuk mencegah sebaran api.

Situasi Darurat di Sumatera Selatan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data terbaru, total luasan lahan yang terdampak telah mencapai 1.926 hektare. Angka ini memicu kekhawatiran pihak berwenang mengingat potensi dampak kabut asap yang dapat mengganggu mobilitas dan kesehatan warga.

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kini menjadi titik berat perhatian pemerintah daerah maupun tim satgas karhutla. Wilayah ini memiliki struktur lahan gambut yang luas dan rentan terbakar saat musim kemarau panjang. Kondisi topografi yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

? Did You Know? Lahan gambut mampu menyimpan karbon dalam jumlah yang sangat besar, sehingga kebakaran di lahan ini tidak hanya merusak vegetasi tetapi juga memicu pelepasan gas rumah kaca secara masif ke atmosfer.

Strategi Mitigasi dan Penanganan

Pemerintah terus melakukan pemetaan ulang titik api melalui pantauan satelit secara berkala. Operasi pemadaman dilakukan dengan sinergi antara jalur udara menggunakan helikopter water bombing dan pengerahan personel di jalur darat. Upaya ini diharapkan mampu menekan potensi perluasan api sebelum mencapai kawasan pemukiman atau area perkebunan produktif.

Selain fokus pada penanganan fisik, koordinasi antar instansi terus diperketat untuk mengantisipasi potensi kekeringan ekstrem. Hal ini sejalan dengan upaya nasional dalam menjaga ketahanan lingkungan, sebagaimana pernah dibahas mengenai BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Jakarta: Strategi Hadapi Kemarau Panjang sebagai salah satu mitigasi bencana serupa di wilayah lain. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api di lahan terbuka selama periode cuaca panas ini. Untuk liputan berita yang lebih detail, kunjungi Lokatoday.com.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Author
Admin

Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor

Hobi Nulis

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu