Ketua MPR Bamsoet Soroti Fenomena Pelecehan Supremasi Hukum: Pilar Demokrasi Terancam?

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyatakan keprihatinan atas fenomena pelecehan supremasi hukum, menyerukan penegakan keadilan tanpa pandang bulu.

Admin
Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor
calendar_today Jul 21, 2026 schedule 5:30 AM visibility 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Ketua MPR Bamsoet Soroti Fenomena Pelecehan Supremasi Hukum: Pilar Demokrasi Terancam?
“Ketua MPR Bamsoet Soroti Fenomena Pelecehan Supremasi Hukum: Pilar Demokrasi Terancam?”
Favicon
Read more on www.lokatoday.com/s/ab466a
21 Jul 2026
https://www.lokatoday.com/s/ab466a
Copied
Ketua MPR Bamsoet Soroti Fenomena Pelecehan Supremasi Hukum: Pilar Demokrasi Terancam?
Image via Pexels - Ketua MPR Bamsoet Soroti Fenomena Pelecehan Supremasi Hukum: Pilar Demokrasi Terancam?

Key Highlights

  • Ketua MPR Bambang Soesatyo prihatin atas fenomena pelecehan terhadap supremasi hukum di Indonesia.
  • Penegakan hukum yang adil dan konsisten disebut sebagai pilar utama demokrasi dan stabilitas bangsa.
  • Bamsoet menyerukan semua pihak untuk mengembalikan marwah hukum demi kepercayaan publik.

Sorotan Tajam Terhadap Kondisi Hukum Nasional

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo, baru-baru ini menyampaikan keprihatinan mendalam terkait fenomena pelecehan terhadap supremasi hukum di tanah air. Pernyataan ini muncul di tengah berbagai dinamika sosial dan politik yang menyoroti konsistensi penegakan hukum.

Bamsoet, atau akrab disapa Bamsoet, menegaskan bahwa supremasi hukum adalah fondasi utama bagi tegaknya keadilan, stabilitas, dan kemajuan suatu negara. Ia melihat adanya gejala di mana prinsip-prinsip hukum seringkali diabaikan atau ditafsirkan secara bias, yang berpotensi merusak sendi-sendi kebangsaan.

Pilar Demokrasi dan Kepercayaan Publik

Menurut Bamsoet, setiap tindakan yang melecehkan supremasi hukum dapat mengikis kepercayaan publik terhadap sistem peradilan. Kondisi ini sangat berbahaya bagi keberlangsungan demokrasi, di mana setiap warga negara seharusnya memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

Krisis kepercayaan dapat memicu ketidakpastian hukum, yang pada gilirannya akan berdampak luas pada iklim investasi, kepastian berusaha, hingga harmoni sosial. Oleh karena itu, penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan akuntabel tanpa pandang bulu.

Urgensi Penegakan Tanpa Pandang Bulu

Bamsoet menyoroti pentingnya konsistensi dalam penegakan hukum, baik bagi pejabat publik maupun masyarakat umum. Ia menyerukan agar setiap individu, lembaga, dan kekuasaan negara tunduk pada hukum yang berlaku. Tidak boleh ada kekuasaan atau kepentingan yang lebih tinggi dari hukum itu sendiri.

Penguatan institusi penegak hukum serta peningkatan integritas para aparatnya menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan ini. Apabila hukum ditegakkan dengan integritas, maka citra Indonesia di mata dunia juga akan semakin positif, mendukung berbagai upaya diplomasi negara, seperti terlihat dalam Aksi Diplomasi Intens Presiden Prabowo: Temui Pemimpin Negara dan Utusan Khusus, Perkuat Posisi Indonesia.

?️ Share Your Opinion!

Menurut Anda, langkah konkret apa yang paling efektif untuk mengembalikan marwah supremasi hukum di Indonesia?

Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai isu-isu kebangsaan, kunjungi Lokatoday.com.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Author
Admin

Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor

Hobi Nulis

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu