Keluarga Wartawan Indonesia Kecam Keras Pernyataan Benny K. Harman: Etika Pejabat Publik Jadi Sorotan

Komunitas Wartawan Proklamasi mengecam keras pernyataan Benny K. Harman yang dianggap menghina profesi jurnalis saat melakukan tugas peliputan.

Admin
Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor
calendar_today Aug 20, 2026 schedule 1:45 PM visibility 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Keluarga Wartawan Indonesia Kecam Keras Pernyataan Benny K. Harman: Etika Pejabat Publik Jadi Sorotan
“Keluarga Wartawan Indonesia Kecam Keras Pernyataan Benny K. Harman: Etika Pejabat Publik Jadi Sorotan”
Favicon
Read more on www.lokatoday.com/s/07c8a3
20 Aug 2026
https://www.lokatoday.com/s/07c8a3
Copied
Keluarga Wartawan Indonesia Kecam Keras Pernyataan Benny K. Harman: Etika Pejabat Publik Jadi Sorotan
Image via Pexels - Keluarga Wartawan Indonesia Kecam Keras Pernyataan Benny K. Harman: Etika Pejabat Publik Jadi Sorotan

Key Highlights

  • Komunitas Wartawan Proklamasi (KWP) menyatakan protes keras terhadap ucapan Benny K. Harman.
  • Pernyataan yang menanyakan apakah wartawan memiliki otak dinilai melecehkan martabat profesi.
  • Tuntutan transparansi dan penghormatan terhadap UU Pers kembali disuarakan oleh organisasi pers nasional.

Polemik di Ruang Publik

Pernyataan anggota DPR RI, Benny K. Harman, baru-baru ini memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan pers. Dalam sebuah momen peliputan, politisi tersebut melontarkan kalimat yang dianggap merendahkan wartawan dengan menanyakan, "Otak kamu ada nggak?" saat ditanya mengenai isu tertentu.

Kritik tajam datang dari Komunitas Wartawan Proklamasi (KWP). Mereka menegaskan bahwa sebagai pejabat publik, anggota dewan seharusnya menjunjung tinggi etika komunikasi, terutama saat berhadapan dengan rekan-rekan media yang sedang menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Pentingnya Etika Pejabat

Banyak pengamat menilai insiden ini mencerminkan minimnya pemahaman sebagian pejabat mengenai peran pers. Wartawan di lapangan bukan hanya sebagai pemburu berita, melainkan pilar demokrasi yang menjalankan tugas konstitusional untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas.

? Did You Know? UU Pers No. 40 Tahun 1999 menjamin kemerdekaan pers sebagai hak asasi warga negara dan memberikan perlindungan hukum bagi wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Ketegangan antara pemegang kebijakan dan media kerap terjadi jika batasan etika tidak dijaga dengan baik. Di luar isu etik, perhatian publik kini juga tertuju pada stabilitas ekonomi nasional dan pemberdayaan masyarakat yang masih menjadi agenda utama, seperti yang tercermin dalam upaya PNM Perkuat Akselerasi Ekonomi, 12,4 Juta Perempuan Ultra Mikro Jadi Garda Terdepan di 2026.

Menjaga Marwah Profesi

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen untuk saling menghargai profesionalisme masing-masing pihak. Organisasi pers di seluruh Indonesia menyatakan kesiapannya untuk terus mengawal agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Sikap kritis terhadap para tokoh publik di berbagai sektor memang menjadi kebutuhan agar kebijakan yang dihasilkan tetap berpihak pada rakyat. Seperti halnya perdebatan teknologi yang sempat ramai dibahas dalam Sutradara Gran Turismo Neill Blomkamp Tuai Kontroversi Usai Rilis Film Pendek Buatan AI, etika selalu menjadi poin utama yang harus dipegang teguh. Untuk liputan berita yang lebih detail, kunjungi Lokatoday.com.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Author
Admin

Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor

Hobi Nulis

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu