Petani Jeruk Keluhkan Harga Anjlok, Konsumen Bayar Lebih Mahal: Ada Apa di Rantai Pasok?
Petani jeruk menjerit harga jual dari kandang anjlok, sementara harga di konsumen tetap tinggi. Analisis disparitas harga dan implikasinya.
N
News
NEWS CARD
“Petani Jeruk Keluhkan Harga Anjlok, Konsumen Bayar Lebih Mahal: Ada Apa di Rantai Pasok?”
Read more on
www.lokatoday.com/s/36f4b5
20 Jul 2026
Sorotan Utama
- Petani jeruk mengeluhkan harga jual di tingkat petani yang jauh di bawah ideal, berbanding terbalik dengan harga di konsumen.
- Disparitas harga ini memicu pertanyaan mengenai efektivitas dan keadilan rantai pasok produk pertanian.
- Perlu kajian mendalam untuk memastikan petani mendapatkan imbalan yang layak dan konsumen tidak dibebani harga berlebihan.
Tuntutan Petani: Harga Ideal vs Realita Lapangan
Sejumlah peternak, khususnya yang fokus pada komoditas telur, menyuarakan keprihatinan mendalam terkait jurang lebar antara harga jual dari kandang dengan harga yang sampai ke tangan konsumen. Idealnya, harga telur dari peternak seharusnya berada di kisaran Rp 26.500 per kilogram. Namun, realitas yang terjadi di lapangan menunjukkan angka yang jauh berbeda, dengan harga di tingkat konsumen melambung hingga mencapai Rp 30.000 per kilogram.
auto_awesome
Ai Assisted
This article is curated and summarized by AI from multiple sources.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0
Author
Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor
Hobi Nulis