Skandal Suap Masuk Kedokteran Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Diduga Peras Orang Tua Maba Rp 650 Juta

KPK membongkar praktik pemerasan dalam penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Unsoed dengan nominal mencapai ratusan juta rupiah.

Admin
Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor
calendar_today Oct 7, 2026 schedule 7:30 AM visibility 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Skandal Suap Masuk Kedokteran Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Diduga Peras Orang Tua Maba Rp 650 Juta
“Skandal Suap Masuk Kedokteran Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Diduga Peras Orang Tua Maba Rp 650 Juta”
Favicon
Read more on www.lokatoday.com/s/5f926a
7 Oct 2026
https://www.lokatoday.com/s/5f926a
Copied
Skandal Suap Masuk Kedokteran Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Diduga Peras Orang Tua Maba Rp 650 Juta
Image via Pexels - Skandal Suap Masuk Kedokteran Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Diduga Peras Orang Tua Maba Rp 650 Juta

Key Highlights

  • Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan petinggi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sebagai tersangka kasus dugaan suap.
  • Praktik pemerasan diduga menargetkan orang tua calon mahasiswa yang mendaftar di Fakultas Kedokteran.
  • Total kerugian yang dimintai mencapai Rp 650 juta untuk menjamin kursi kelulusan mahasiswa baru.

Dugaan Praktik Peras di Lingkungan Kampus

Dunia pendidikan tinggi kembali tercoreng oleh kasus dugaan korupsi yang melibatkan jajaran pimpinan universitas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah mendalami keterlibatan Rektor dan Wakil Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dalam skema pemerasan terhadap orang tua mahasiswa baru.

Modus operandi yang dijalankan para tersangka tergolong sistematis. Mereka diduga memanfaatkan celah seleksi mandiri untuk meminta sejumlah uang dengan imbalan kelulusan masuk Fakultas Kedokteran. Nominal yang dipatok cukup fantastis, yakni sebesar Rp 650 juta per orang.

? Did You Know? Seleksi Mandiri di berbagai universitas negeri seringkali menjadi titik rawan praktik kecurangan karena proses penentuannya yang lebih fleksibel dibandingkan jalur nasional.

Proses Penegakan Hukum yang Berjalan

Pihak penyidik KPK telah mengumpulkan sejumlah bukti transaksi keuangan yang mengarah pada penyalahgunaan wewenang. Pemeriksaan maraton terhadap saksi-saksi dari pihak universitas dan perwakilan orang tua mahasiswa terus dilakukan untuk memetakan alur aliran dana tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi institusi pendidikan tinggi lainnya agar meningkatkan transparansi dalam proses penerimaan mahasiswa. Di tengah dinamika sosial yang terjadi, pengawasan terhadap integritas pejabat publik menjadi sorotan utama, seperti halnya ketika masyarakat menyoroti dinamika politik nasional yang terus berkembang. Pihak universitas sejauh ini menyatakan akan kooperatif dalam mengikuti seluruh proses hukum yang sedang bergulir.

Tetap ikuti LokaToday News untuk selalu mendapatkan berita terkini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Author
Admin

Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor

Hobi Nulis

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu