Key Highlights

  • Ribuan warga memadati ruas jalan di Kota Semarang untuk menyaksikan kirab budaya Cheng Ho.
  • Ritual ini menjadi ajang perayaan keberagaman sekaligus peringatan kedatangan Laksamana Cheng Ho di Nusantara.
  • Arak-arakan menampilkan perpaduan kesenian tradisional Tionghoa dan Jawa yang harmonis.

Semarak Budaya di Jantung Semarang

Kota Semarang kembali menggelar perhelatan budaya tahunan yang dinanti-nantikan oleh masyarakat, yaitu kirab Cheng Ho. Ribuan orang memadati sepanjang rute yang dilalui barisan peserta untuk melihat langsung kemegahan replika kapal dan iring-iringan kostum yang berwarna-warni.

Kegiatan ini bukan sekadar pameran seni, melainkan bentuk penghormatan atas sejarah perjalanan Laksamana Cheng Ho yang membawa pesan perdamaian ke Tanah Jawa. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang etnis menunjukkan bagaimana toleransi telah mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari warga setempat.

? Did You Know? Laksamana Cheng Ho melakukan tujuh pelayaran besar ke wilayah Nusantara antara tahun 1405 hingga 1433 untuk menjalin hubungan diplomatik dan perdagangan.

Harmoni dalam Keberagaman

Sepanjang rute kirab, atraksi barongsai dan liong menjadi primadona yang menarik perhatian anak-anak hingga orang dewasa. Selain itu, penampilan kesenian lokal seperti rebana dan drumband turut mewarnai suasana, membuktikan adanya perpaduan budaya yang saling melengkapi.

Pemerintah kota setempat memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara ini guna menjaga warisan sejarah sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke pusat kota. Semangat persatuan yang terpancar dalam perayaan ini diharapkan dapat terus memperkokoh kerukunan antarumat beragama di Jawa Tengah.

Selain kekayaan budaya, Semarang juga terus membenahi infrastruktur publik demi kenyamanan warga. Baru-baru ini, perhatian masyarakat sempat tertuju pada kebijakan daerah mengenai pengelolaan fasilitas publik, serupa dengan DPR RI Rekomendasikan Penutupan Sementara KBS Terkait Dugaan Korupsi, Begini Respon Wali Kota Eri yang menyoroti pentingnya tata kelola aset negara agar tetap terjaga dengan baik bagi kepentingan bersama.

Acara ini diakhiri dengan doa bersama di Kelenteng Sam Poo Kong sebagai wujud syukur atas keselamatan dan kedamaian. Ikuti LokaToday News untuk selalu mendapatkan berita terkini.