Grebeg Ageng Yaaqawiyyu: Magnet Ekonomi dan Pelestarian Budaya di Jatinom

Tradisi Yaaqawiyyu di Jatinom kembali digelar, memadukan ritual bersejarah dengan penguatan ekonomi lokal masyarakat Klaten dan sekitarnya.

Admin
Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor
calendar_today Aug 3, 2026 schedule 11:45 PM visibility 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Grebeg Ageng Yaaqawiyyu: Magnet Ekonomi dan Pelestarian Budaya di Jatinom
“Grebeg Ageng Yaaqawiyyu: Magnet Ekonomi dan Pelestarian Budaya di Jatinom”
Favicon
Read more on www.lokatoday.com/s/0c94bc
3 Aug 2026
https://www.lokatoday.com/s/0c94bc
Copied
Grebeg Ageng Yaaqawiyyu: Magnet Ekonomi dan Pelestarian Budaya di Jatinom
Image via Pexels - Grebeg Ageng Yaaqawiyyu: Magnet Ekonomi dan Pelestarian Budaya di Jatinom

Key Highlights

  • Ribuan apem dibagikan sebagai simbol syukur dalam rangkaian tradisi tahunan Yaaqawiyyu.
  • Festival ini menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM di kawasan Jatinom.
  • Pelestarian budaya menjadi fondasi utama dalam mempererat solidaritas antarwarga.

Tradisi yang Menggerakkan Roda Ekonomi

Kawasan Jatinom, Klaten, kembali dipenuhi ribuan masyarakat yang antusias mengikuti puncak perayaan tradisi Grebeg Ageng Yaaqawiyyu. Acara ini bukan sekadar ritual budaya tahunan, melainkan sebuah manifestasi sejarah yang kental dengan napas religi dan sosial.

Puncak acara yang ditandai dengan prosesi pembagian kue apem menjadi momen yang paling dinanti. Tidak hanya menarik wisatawan domestik, tradisi ini juga menghadirkan perputaran ekonomi yang signifikan bagi pedagang kecil dan penyedia jasa di sekitar lokasi.

? Did You Know? Tradisi Yaaqawiyyu pertama kali diperkenalkan oleh Ki Ageng Gribig pada abad ke-17 sebagai bentuk syukur dan penyebaran nilai-nilai kebajikan melalui media makanan apem.

Dampak Nyata bagi Sektor Informal

Pedagang lokal merasakan lonjakan omzet yang drastis selama penyelenggaraan acara berlangsung. Produk-produk khas daerah, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan, mendapatkan ruang untuk dipasarkan kepada pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas adat terbukti mampu menjaga keberlanjutan tradisi ini tetap relevan. Hal ini menjadi cerminan bahwa menjaga warisan leluhur dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi daerah yang inklusif.

Di tengah tantangan modernisasi, inisiatif seperti ini menunjukkan pentingnya adaptasi. Sebagaimana pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas nasional, seperti Kemendagri Petakan Daerah Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Instruksikan Penundaan PHK Massal, pelestarian budaya pun membutuhkan perhatian serius agar tidak tergerus arus zaman. Tetap ikuti LokaToday News untuk selalu mendapatkan berita terkini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Author
Admin

Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor

Hobi Nulis

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu