Ayam Jantan dari Timur: Mengenang Kegigihan Sultan Hasanuddin Menentang Kolonialisme

Menelusuri jejak keberanian Sultan Hasanuddin, sang Ayam Jantan dari Timur yang memimpin perlawanan sengit terhadap monopoli dagang VOC di Nusantara.

Admin
Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor
calendar_today Aug 20, 2026 schedule 11:45 AM visibility 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Ayam Jantan dari Timur: Mengenang Kegigihan Sultan Hasanuddin Menentang Kolonialisme
“Ayam Jantan dari Timur: Mengenang Kegigihan Sultan Hasanuddin Menentang Kolonialisme”
Favicon
Read more on www.lokatoday.com/s/0af5c2
20 Aug 2026
https://www.lokatoday.com/s/0af5c2
Copied
Ayam Jantan dari Timur: Mengenang Kegigihan Sultan Hasanuddin Menentang Kolonialisme
Image via Pexels - Ayam Jantan dari Timur: Mengenang Kegigihan Sultan Hasanuddin Menentang Kolonialisme

Key Highlights

  • Sultan Hasanuddin memimpin Kerajaan Gowa-Tallo mencapai puncak kejayaan maritim.
  • Julukan 'Ayam Jantan dari Timur' diberikan oleh Belanda karena keberaniannya yang luar biasa.
  • Perlawanan gigih terhadap monopoli VOC menjadi simbol perlawanan bangsa Indonesia di masa lalu.

Strategi Maritim dan Penolakan Monopoli

Nama Sultan Hasanuddin tercatat dalam tinta emas sejarah sebagai sosok yang tak kenal takut. Pemimpin Kerajaan Gowa ini dikenal karena ketegasan sikapnya dalam mempertahankan kedaulatan wilayah Makassar dari campur tangan asing. Fokus utamanya adalah menjaga jalur perdagangan bebas yang menjadi denyut nadi ekonomi rakyat di wilayah Timur Nusantara saat itu.

Ketika VOC berusaha memaksakan sistem monopoli perdagangan, Hasanuddin menolak dengan keras. Baginya, laut adalah milik bersama dan tidak boleh dikuasai oleh satu pihak saja. Sikap ini memicu serangkaian konflik terbuka yang memaksa Belanda mengerahkan kekuatan besar untuk menundukkan pertahanan Kerajaan Gowa.

? Did You Know? Julukan 'Haantjes van het Osten' atau 'Ayam Jantan dari Timur' diberikan oleh pihak Belanda karena kekaguman sekaligus ketakutan mereka terhadap kecerdasan taktis dan keberanian Hasanuddin dalam pertempuran.

Warisan Kepemimpinan untuk Generasi Mendatang

Meskipun akhirnya harus menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667, semangat juang Sultan Hasanuddin tetap menjadi inspirasi. Ia tidak sekadar pejuang fisik, melainkan seorang ahli strategi yang memahami pentingnya persatuan di tengah tekanan eksternal yang masif. Hingga hari ini, semangat tersebut terus relevan dalam berbagai aspek kehidupan bangsa.

Kisah-kisah heroik di masa lalu sering kali menjadi pengingat akan pentingnya integritas dalam menghadapi tantangan modern. Sama halnya dengan isu-isu sosial yang berkembang saat ini, seperti perlunya kewaspadaan terhadap ancaman keamanan yang melibatkan anak-anak di tengah pesatnya dunia digital, sebagaimana dalam kasus Polisi Ringkus Pelaku Pencabulan Anak Bermodus Ajak Main Game, Kasus Viral Gegerkan Publik. Meneladani nilai-nilai luhur kepahlawanan berarti pula menjaga keamanan dan masa depan generasi penerus.

Perjuangan Sultan Hasanuddin tetap abadi dalam memori kolektif sebagai simbol harga diri yang tegak. Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai tokoh sejarah dan peristiwa penting lainnya, kunjungi Lokatoday.com.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Author
Admin

Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor

Hobi Nulis

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu