Muktamar NU Terapkan Sistem AHWA: Mekanisme Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum

Muktamar Nahdlatul Ulama kembali menggunakan sistem AHWA untuk memilih sembilan anggota tim formatur sebelum menentukan Rais Aam dan Ketua Umum.

Admin
Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor
calendar_today Oct 17, 2026 schedule 4:00 PM visibility 1
N
News
NEWS CARD
Logo
Muktamar NU Terapkan Sistem AHWA: Mekanisme Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum
“Muktamar NU Terapkan Sistem AHWA: Mekanisme Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum”
Favicon
Read more on www.lokatoday.com/s/3445dc
17 Oct 2026
https://www.lokatoday.com/s/3445dc
Copied
Muktamar NU Terapkan Sistem AHWA: Mekanisme Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum
Image via Pexels - Muktamar NU Terapkan Sistem AHWA: Mekanisme Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum

Key Highlights

  • Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) digunakan untuk memilih 9 anggota formatur utama.
  • Proses pemilihan Rais Aam dilakukan secara musyawarah oleh sembilan anggota AHWA tersebut.
  • Mekanisme ini bertujuan menjaga nilai musyawarah dalam organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Mekanisme Pemilihan Pimpinan Baru

Proses pemilihan kepemimpinan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) kembali menegaskan komitmen organisasi terhadap sistem Ahlul Halli wal Aqdi atau AHWA. Melalui mekanisme ini, peserta Muktamar tidak langsung memilih Rais Aam, melainkan memilih sembilan anggota AHWA terlebih dahulu. Sembilan orang terpilih ini nantinya memiliki otoritas penuh untuk menentukan siapa yang akan menjabat sebagai Rais Aam PBNU.

Peran Strategis Sembilan Anggota AHWA

Anggota AHWA yang terpilih nantinya akan melakukan musyawarah mufakat untuk menunjuk Rais Aam yang dianggap paling mampu memimpin organisasi. Sistem ini dirancang untuk meminimalisir persaingan yang bersifat konfrontatif di dalam Muktamar. Fokus utama tetap pada integritas dan kapabilitas calon yang akan menakhodai NU selama periode lima tahun ke depan.

Kelancaran Agenda Organisasi

Setelah posisi Rais Aam definitif ditentukan, agenda pemilihan Ketua Umum akan segera menyusul sesuai dengan tata tertib yang telah disepakati. Ketertiban dalam prosedur pemilihan ini menjadi cerminan dari kematangan berorganisasi di lingkungan Nahdliyin. Di tengah dinamika sosial yang berkembang, stabilitas organisasi menjadi kunci penting, serupa dengan bagaimana Gerindra Mulai Analisis Survei Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo yang belakangan menyita perhatian publik.

?️ Share Your Opinion!

Bagaimana pandangan Anda mengenai efektivitas sistem AHWA dalam menjaga kesejukan dan nilai musyawarah pada pemilihan kepemimpinan organisasi Islam? Apakah model ini relevan untuk diterapkan di organisasi lain di Indonesia?

Tetap ikuti LokaToday News untuk selalu mendapatkan berita terkini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Author
Admin

Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor

Hobi Nulis

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu