Ta’zhim atau Kultus: Muhammadiyah Bedah Batasan Ngalap Berkah dalam Beragama

Muhammadiyah mengulas batasan antara sikap ta’zhim kepada ulama dengan praktik kultus individu melalui tradisi ngalap berkah yang kerap ditemui.

Admin
Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor
calendar_today Aug 7, 2026 schedule 2:45 PM visibility 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Ta’zhim atau Kultus: Muhammadiyah Bedah Batasan Ngalap Berkah dalam Beragama
“Ta’zhim atau Kultus: Muhammadiyah Bedah Batasan Ngalap Berkah dalam Beragama”
Favicon
Read more on www.lokatoday.com/s/1e5e6e
7 Aug 2026
https://www.lokatoday.com/s/1e5e6e
Copied
Ta’zhim atau Kultus: Muhammadiyah Bedah Batasan Ngalap Berkah dalam Beragama
Image via Pexels - Ta’zhim atau Kultus: Muhammadiyah Bedah Batasan Ngalap Berkah dalam Beragama

Key Highlights

  • Muhammadiyah menekankan pentingnya membedakan antara penghormatan wajar (ta'zhim) dan kultus individu yang berlebihan.
  • Praktik 'ngalap berkah' dinilai perlu dikembalikan pada koridor syariat agar tidak menjerumuskan pada pemujaan sosok.
  • Pendidikan keagamaan menjadi kunci utama dalam meluruskan pemahaman umat terkait esensi mencari keberkahan dalam Islam.

Memahami Batasan Ta’zhim dan Kultus

Dinamika praktik keagamaan di Indonesia sering kali bersinggungan dengan tradisi lokal, termasuk fenomena ngalap berkah atau mencari keberkahan dari sosok tertentu. Dalam pandangan Muhammadiyah, menghormati ulama atau tokoh agama merupakan bagian dari etika Islam, namun ada garis tegas yang memisahkan antara ta’zhim (penghormatan) dengan kultus individu.

Kultus individu dianggap berbahaya karena berisiko menggeser kedudukan sosok manusia menjadi seolah-olah memiliki kekuatan supernatural. Muhammadiyah mengingatkan bahwa keberkahan sejatinya datang dari Allah SWT, bukan dari benda mati atau secara mutlak dari individu manusia tanpa dasar dalil yang kuat.

Tantangan Menjaga Kemurnian Akidah

Umat Islam dihadapkan pada tantangan besar di tengah arus informasi yang kencang. Praktik-praktik yang bersifat emosional terkadang lebih menarik bagi sebagian masyarakat dibandingkan kajian mendalam mengenai tauhid. Muhammadiyah secara konsisten mendorong agar setiap ritual atau tradisi harus selalu diukur dengan timbangan syariat yang objektif.

Ketika sebuah tradisi mulai menyentuh ranah pemujaan berlebihan, organisasi ini mengimbau para dai untuk memberikan edukasi yang santun namun tegas. Upaya ini dilakukan bukan untuk menjauhkan umat dari tokoh agama, melainkan untuk menjaga agar hubungan antara murid dan guru tetap berada dalam koridor penghormatan intelektual dan spiritual yang sehat.

Relevansi dalam Konteks Sosial Modern

Di masa modern, fenomena sosial keagamaan sering kali dipengaruhi oleh narasi yang berkembang cepat di media sosial. Hal ini senada dengan pentingnya literasi kritis bagi masyarakat, serupa dengan bagaimana publik perlu mencermati berbagai isu sosial lain seperti Terkuak: Skandal Pengoplosan Pertalite Jadi Pertamax Guncang Pertamina Periode 2018-2023 yang menuntut ketelitian dalam menerima informasi.

Muhammadiyah menegaskan bahwa keberkahan idealnya dicari melalui ketaatan dalam beribadah serta amal saleh yang konsisten. Dengan demikian, sosok ulama diposisikan sebagai pembimbing yang menunjukkan arah kepada Sang Pencipta, bukan sebagai tujuan akhir dari pengharapan berkah itu sendiri. Tetap ikuti LokaToday News untuk perkembangan terbaru mengenai isu keagamaan dan sosial di tanah air.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Author
Admin

Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor

Hobi Nulis

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu