Musim Durian Tiba, Wisatawan Serbu Permukiman Badui demi Buah Lokal Khas

Musim panen tiba, kawasan permukiman Badui di Banten dipadati wisatawan yang ingin mencicipi langsung durian lokal dengan cita rasa yang khas.

Admin
Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor
calendar_today Oct 28, 2026 schedule 5:00 PM visibility 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Musim Durian Tiba, Wisatawan Serbu Permukiman Badui demi Buah Lokal Khas
“Musim Durian Tiba, Wisatawan Serbu Permukiman Badui demi Buah Lokal Khas”
Favicon
Read more on www.lokatoday.com/s/7cdc6c
28 Oct 2026
https://www.lokatoday.com/s/7cdc6c
Copied
Musim Durian Tiba, Wisatawan Serbu Permukiman Badui demi Buah Lokal Khas
Image via Pexels - Musim Durian Tiba, Wisatawan Serbu Permukiman Badui demi Buah Lokal Khas

Key Highlights

  • Permukiman Badui menjadi destinasi favorit wisatawan saat musim durian tiba.
  • Wisatawan tertarik dengan keaslian rasa durian lokal dari lahan adat.
  • Peningkatan kunjungan berdampak positif pada perputaran ekonomi warga setempat.

Daya Tarik Durian dari Tanah Adat

Lembah dan perbukitan di kawasan adat Badui, Kabupaten Lebak, kini tidak hanya menawarkan keasrian budaya. Memasuki musim panen, area ini berubah menjadi destinasi kuliner yang diburu banyak orang karena melimpahnya buah durian kualitas premium.

Para pengunjung rela berjalan kaki menelusuri jalur setapak untuk mencapai perkampungan warga. Mereka mencari durian yang baru jatuh dari pohon, yang dikenal memiliki tekstur daging buah tebal serta aroma yang sangat kuat.

Peningkatan Aktivitas Wisata

Lonjakan pengunjung terlihat signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Sebagian besar wisatawan datang dari luar daerah, termasuk dari wilayah Jabodetabek, untuk menikmati suasana alam sambil membawa pulang durian hasil bumi masyarakat adat.

Warga Badui sendiri menyambut hangat kehadiran tamu yang datang dengan sopan. Praktik jual beli di sini masih dilakukan secara tradisional, di mana durian ditumpuk di area tertentu agar pembeli dapat memilih sendiri buah favorit mereka.

Menjaga Keaslian Tradisi

Meski kunjungan wisatawan melonjak tajam, warga tetap menjaga ketat aturan adat yang berlaku. Wisatawan diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menghormati kawasan sakral selama melakukan aktivitas berburu durian.

Aktivitas ekonomi berbasis komunitas ini menjadi pelengkap dinamika sosial di daerah tersebut. Sebelumnya, dinamika serupa dalam melestarikan budaya dan aktivitas sosial juga terlihat dalam Aksi Kolosal 6.000 Pesilat Guncang Bundaran HI dalam Gelaran Flash Mob yang mencuri perhatian publik.

?️ Share Your Opinion!

Apakah menurut Anda wisata berbasis hasil bumi di kawasan adat seperti Badui perlu dikelola lebih modern, atau sebaiknya tetap dipertahankan dengan cara tradisional? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.

Ikuti LokaToday News untuk selalu mendapatkan berita terkini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Author
Admin

Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor

Hobi Nulis

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu