Inovasi BRIN: Menggunakan Tepung Singkong sebagai Solusi Alternatif Padamkan Karhutla

BRIN mengungkap potensi tepung singkong sebagai bahan ramah lingkungan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Simak ulasan teknologi inovatif ini.

Admin
Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor
calendar_today Oct 30, 2026 schedule 12:00 AM visibility 1
N
News
NEWS CARD
Logo
Inovasi BRIN: Menggunakan Tepung Singkong sebagai Solusi Alternatif Padamkan Karhutla
“Inovasi BRIN: Menggunakan Tepung Singkong sebagai Solusi Alternatif Padamkan Karhutla”
Favicon
Read more on www.lokatoday.com/s/4ffd2b
30 Oct 2026
https://www.lokatoday.com/s/4ffd2b
Copied
Inovasi BRIN: Menggunakan Tepung Singkong sebagai Solusi Alternatif Padamkan Karhutla
Image via Pexels - Inovasi BRIN: Menggunakan Tepung Singkong sebagai Solusi Alternatif Padamkan Karhutla

Key Highlights

  • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji efektivitas tepung singkong sebagai agen pemadam api ramah lingkungan.
  • Material berbasis pati ini dikembangkan untuk meningkatkan daya ikat air pada lahan gambut yang terbakar.
  • Inovasi ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menekan emisi karbon akibat kebakaran hutan.

Mekanisme Kerja Tepung Singkong dalam Pemadaman

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan riset terkait penggunaan bahan organik untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu yang mencuri perhatian adalah pemanfaatan tepung singkong sebagai agen pengental air.

Material ini berfungsi meningkatkan viskositas air yang disemprotkan ke titik api. Dengan tekstur yang lebih pekat, air tidak mudah menguap dan lebih lama bertahan pada vegetasi atau lahan yang kering. Hal ini sangat krusial dalam memutus rantai penyebaran api di area yang sulit dijangkau.

Keunggulan Bahan Organik di Lahan Gambut

Penggunaan bahan berbasis pati seperti tepung singkong dinilai lebih aman bagi ekosistem dibandingkan penggunaan bahan kimia sintetis. Sifatnya yang biodegradable memastikan tidak adanya residu berbahaya yang tertinggal di tanah setelah proses pemadaman selesai.

Metode ini juga membantu pembasahan gambut secara lebih merata. Upaya preventif dan represif dalam menjaga ekosistem hutan memerlukan inovasi teknologi yang selaras dengan kebijakan mitigasi bencana, mirip dengan pentingnya kesiagaan Kebakaran Gedung Bapenda DKI: Damkar Kerahkan Bronto Skylift untuk Jinakkan Api yang menuntut respon cepat dan peralatan yang tepat.

Prospek Kedepan bagi Mitigasi Bencana

Hingga saat ini, penelitian terus berlanjut untuk memastikan skala efektivitas di lapangan. Penggunaan bahan lokal diharapkan mampu menekan biaya operasional pemadaman sekaligus memberdayakan potensi pertanian masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Inovasi ini menjadi langkah strategis di tengah tantangan perubahan iklim yang meningkatkan risiko kebakaran lahan secara global. Selaras dengan komitmen menjaga stabilitas nasional, berbagai sektor kini tengah berbenah, termasuk penguatan infrastruktur energi seperti yang dilaporkan dalam Pertamina Jamin Pasokan Energi Aman di Ujung Timur Jawa, Siap Hadapi Peningkatan Permintaan. Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai inovasi teknologi lingkungan, kunjungi Lokatoday.com.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Author
Admin

Admin Verified Media or Organization • 28 Jun, 2026 Chief Editor

Hobi Nulis

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu